News Kompasindo - Facebook sangat banyak penggunanya, tapi beberapa mantan bosnya justru telah kapok memakainya. Sebut saja Justin Rosenstein yang merupakan pencipta tombol Like Facebook serta Sean Parker, presiden pertama jejaring sosial terbesar itu.
Justin menciptakan tombol Like tahun 2007. Namun Justin sekarang justru khawatir akan dampak psikologis penggunaan jejaring sosial semacam Facebook.
Maka pria berumur 34 tahun yang tahun 2009 mengundurkan diri dari Facebook itu coba meminimalisir penggunaan aplikasi. Dia membeli iPhone baru dan meminta asistennya memasang fitur sehingga Justin tidak bisa sama sekali download aplikasi.
"Sangat umum bagi manusia untuk menciptakan sesuatu dengan niat bagus tapi malah mempunyai konsekuensi negatif," tutur Justin.
Justin ternyata tak mau kecanduan internet atau medsos yang bisa berdampak kurang baik. Misalnya membuat depresi atau memecah konsentrasi. Belum lagi penyebaran kabar hoax yang marak. "Semua orang terpecah konsentrasinya. Sepanjang waktu," tuturnya.
Sementara Sean Parker baru saja mengaku tidak mau lagi mengakses Facebook dan juga medsos yang lain. "Karena terlalu membuang waktu," tutur Parker, dilansir tribunnews dari BBC.
Meski demikian, Parker mengaku masih mempunyai akun Facebook yang tidak pernah lagi dibukanya. "Jika Mark mendengar hal ini, dia mungkin akan menutup akunku," candanya.
Di pihak lain, mantan eksekutif Facebook, Chamath Palihapitiya, mengaku merasa bersalah lantaran Facebook belakangan banyak disalahgunakan. Contohnya saja dalam kampanye Pilihan Presiden Amerika Serikat. Di mana diduga banyak hoax yang didalangi berbagai pihak berseliweran.
"Tentu saja aku merasa bersalah. Tidak seorangpun pernah berpikir akan adanya manipulasi di sistem. Kalian dapat melihat sendiri reaksi dari orang yang menjalankan perusahaan. Mereka tidak pernah mengira itu mungkin," pungkasnya. (News Kompasindo)