Popular Posts

Kepala Kapolresta Pekanbaru Bocor Terkena Lemparan Batu Karena Demo Mahasiswa

Kepala Kapolresta Pekanbaru Bocor Terkena Lemparan Batu Karena Demo Mahasiswa

News Kompasindo - Demo mahasiswa di gedung DPRD Riau diwarnai aksi ricuh. Kepala Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto bocor terkena lemparan batu.

Demo tersebut digelar di depan gedung DPRD Riau, Jln Sudirman, Pekanbaru, Jumat (20/10/2017) sekitar jam 15.30 WIB. Seratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Pekanbaru menggelar unjuk rasa berhubungan dengan kinerja Presiden Jokowi.

Unjuk rasa yang awalnya damai akhirnya ricuh. Diduga ini berawal dari desakan mahasiswa yang mau masuk ke gedung Dewan. Pihak personil keamanan menjaga mahasiswa tidak masuk.

Aksi dorong-dorongan antara personil dengan mahasiswa pun akhirnya terjadi. Tidak jelas siapa yang memulainya, aksi lemparan batu juga terjadi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, yang terjun langsung ke lokasi demo, ikut menjadi sasaran. Batu lemparan dari kelompok mahasiswa mengenai kepalanya. Darah segar mengucur.

"Kalau tidak salah, saat ini Kapolresta sedang dirawat di RS Safira akibat kepalanya terluka lemparan batu," ujar Waka Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi kepada detikcom.

Saat ini lokasi demo mahasiswa dijaga ketat Brimob Polda Riau. Hingga jam 17.30 WIB, sejumlah mahasiswa masih berkumpul di depan gedung DPRD Riau. (News Kompasindo)

Kaitan Hipoksia dengan Kematian Kiper Persela Lamongan

Kaitan Hipoksia dengan Kematian Kiper Persela Lamongan

News Kompasindo - Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia di tengah laga saat melawan Semen Padang. Choirul mengalami benturan keras di bagian dada dan rahang bawah ketika mencoba menghalau bola dari pemain lawan.

Di medsos, ramai dibahas tentang hipoksia, kondisi di mana kekurangan oksigen pada tubuh yang dapat menyebabkan kematian. Hipoksia inilah yang diduga terjadi pada Choirul hingga dia akhirnya meninggal dunia.

Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr Soegiri Lamongan, dr Yudistiro Andri Nugroho, menyebutkan ada kemungkinan Choirul mengalami trauma di bagian kepala dan leher. Trauma tersebut bisa saja membuat kerusakan pada otaknya, termasuk bagian yang mengatur napas dan denyut jantung.

"Mungkin itu yang mengakibatkan Choirul Huda henti jantung dan henti napas. Itu analisis awal kami, karena tim kami tidak sempat melakukan scaning, karena mas Huda tidak layak transport dengan kondisi kritis seperti itu," bebernya dalam keterangan pers, baru-baru ini.

Saat bernapas, manusia menghirup oksigen dan melepaskan karbondioksida. Bisa jadi jantungnya terhenti dan henti napas yang dialami Choirul membuat kadar oksigen dalam tubuh berkurang drastis dan mengakibatkan kematian.

Penyebab hipoksia sendiri sangat banyak dan beraneka ragam. Situs WebMD menyebut keracunan gas, kadar oksigen rendah, gangguan irama jantung, gangguan paru-paru hingga anemia dan pengaruh obat-obatan dapat menyebabkan hipoksia.

Sedangkan gejalanya dapat terlihat dengan jelas dan muncul mendadak. Umumnya pasien hipoksia bisa mengalami napas pendek, berkeringat, sesak napas dan napas berbunyi.

Fisioterapis PSS Sleman, Sigit Pramudya, menekankan pentingnya pertolongan pertama yang tepat di kasus pemain sepakbola yang cedera di lapangan hingga tidak sadarkan diri. Pertolongan pertama untuk korban cedera yang tidak sadarkan diri dikatakannya yakni membuka jalan napas.

"Dalam keadaan tidak sadar, hal pertama yang mesti dilakukan tentu membuka jalan nafas. Sambil menunggu tabung oksigen datang, (korban cedera seperti almarhum Choirul Huda) bisa langsung digunakan cervical collar dan alat tandu yang lebih stabil," jelasnya saat dihubungi lewat media sosial Twitter. (News Kompasindo)

Komplotan Curanmor Medan Ditembak Karena Melawan

Komplotan Curanmor Medan Ditembak Karena Melawan

News Kompasindo - Komplotan pelaku pencurian sepeda motor di Medan, Sumut, ditembak polisi. Empat orang tersangka ditembak di bagian kaki lantaran melawan polisi saat hendak ditangkap.

"Para pelaku yaitu Ridwan Syahputra (25), Josten Samosir (22), Johannes Pakpahan (22) dan Jibril Pasaribu mereka merupakan warga Medan," ujar Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Philip Purba kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).

Pencurian dilakukan pada Kamis (12/10) malam. Peristiwa ini menimpa dua orang yaitu Syafriandi dan Ahmad Habibi yang kehilangan motor di tempat kos.

"Sepeda motor Yamaha R15 BK 2191 AGU dan Honda Supra BB 2743 HS tidak berada ditempat parkir," tutur Philip.

Korban akhirnya melapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Kepolisian yang melakukan penyelidikan menangkap tersangka hari Jumat (13/10). 

"Kita mendapatkan informasi barang bukti motor itu ada di Desa Tembung. Kemudian menuju ke sana. Setelah itu diketahui pelakunya 4 orang," jelas Philip.

Ketika dilakukan penangkapan, keempat pelaku melarikan diri secara terpisah. Kepolisian langsung melakukan pengejaran. 

"Saat penangkapan, keempat tersangka melawan dan mengancam jiwa petugas. Kemudian dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki para pelaku," tambahnya.

Kepada polisi, para tersangka mengaku telah melakukan aksi kriminal yang sama sebanyak 6 kali di Kota Medan. Dari tangan pelaku, kepolisian menyita 6 unit sepeda motor. 

"Para pelaku masih diperiksa dan barang bukti telah kita amankan," tutup Philip. (News Kompasindo)

Hasil Imbang Liverpool vs MU Samai Sebuah Catatan Nyaris Seabad Lalu

Hasil Imbang Liverpool vs MU Samai Sebuah Catatan Nyaris Seabad Lalu

News Kompasindo - Partai Liverpool melawan Manchester United di liga kembali berakhir seri, menyamai sesuatu yang pernah terjadi hampir satu abad lalu.

Pertarungan The Reds melawan The Red Devils di Anfield, Sabtu (14/10/2017) malam WIB, berakhir imbang tanpa gol usai kedua tim tak kunjung mampu mencetak gol selama 2x45 menit plus injury time.

Hasil itu membuat kedua tim telah bermain imbang dalam tiga pertemuan terakhirnya di liga dengan dua pertemuan sebelum ini secara beruntun menghadirkan skor 1-1 dan 0-0.

Menurut catatan yang dikutip BBC, baru kali ini lagi Liverpool dan MU berimbang dalam tiga pertemuan terakhir kompetisi liga semenjak kali terakhir terjadi pada tahun 1921 lampau, atau 96 tahun lalu. Ketiga laga saat itu terjadi secara berurutan pada 26 Desember 1919 (0-0), 1 Januari 1920 (0-0), dan kemudian 5 Februari 1921 (1-1).

Berikut rangkuman lainnya: 

- Di seluruh ajang, Jose Mourinho baru sekali menang dalam delapan laga melawan Juergen Klopp sebagai manajer (1 menang, 4 seri, 3 kalah).

- Semenjak Mourinho melatih MU musim panas tahun lalu, kedua tim ini telah meraih jumlah poin yang persis sama di Premier League (89 poin).

- Liverpool dan MU telah berimbang dalam tiga pertemuan terakhir liga untuk kali pertama semenjak 1921.

- MU telah menyamai pencapaian jumlah poin terbaiknya dalam delapan pertandingan awal Premier League (20 poin), yang dicapainya pada 2011/2012 dan 1999/2000.

- Semenjak dilatih Klopp, Liverpool telah meraih poin terbanyak di antara "enam besar" Premier League (37 poin). (News Kompasindo)

Tito Minta Anggota yang Maju Pilkada Mundur dari Kepolisian

Tito Minta Anggota yang Maju Pilkada Mundur dari Kepolisian

News Kompasindo - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi pandangannya atas niatan beberapa anggotanya yang hendak maju di Pilkada serentak 2018. Tito mengutarakan bagi anggota yang mau maju sebagai kepala daerah, sebaiknya mengundurkan diri. 

"Jika seandainya memang yakin mau maju, tidak ada salahnya untuk as soon as possible selesai secepat mungkin. Sudah yakin, ya mundur saja," ujar Tito di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Tito lalu menyebutkan nama anggotanya yang mau maju di Pilkada mendatang. Saran Kapolri, yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri untuk menghindari anggapan penyalahgunaan kewenangan

"Yang saya tahu baru Kakor Brimob (Irjen Murad Ismail) yang mau mencalonkan Gubernur Maluku," ujarnya. 

Tito mengungkapkan, tahapan penetapan pasangan calon di Pilkada dimulai pada Februari 2018 mendatang. Tito mengatakan sebelum tahapan itu, anggota yang memiliki niat masih boleh berkarier di Polri. 

"Sebelum Februari awal mereka masih boleh menjadi anggota polisi. Tapi saya berharap supaya tidak ada conflict of interest sebagai anggota Polri, jika memang sudah yakin mau maju lebih baik mengundurkan diri," tambah Tito. 

"Menurut aturan, dia tidak menjadi anggota Polri itu, pengunduran diri, kalau telah ditetapkan. Jadi kalau ditetapkan tidak boleh dia menjadi anggota polisi, yaitu awal Februari," terang Tito. 

Tito juga menjamin Polri netral dalam Pilkada mendatang. Menurutnya, sikap tersebut diambil atas perintah Presiden Jokowi. 

"Yang jelasnya ini perintah presiden posisi netral, perintah kapolri posisi netral, Kapolda saya perintahkan netral, semua. Jadi kalau nanti ada yang berkontestasi anggota Polri, silakan pakai mekanisme partai yang ada karena Polri tidak berpolitik praktis, bersikap netral. Kita tidak akan ikut campur kepada upaya memenangkan anggota Polri ikut Pilkada. Itu urusan mereka," tutupnya. (News Kompasindo)
 

Copyright © 2017. Newskompasindo - All Rights Reserved

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Analisa Berita Analisa Terkini Jendela Berita Online Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet