Popular Posts

Pelaku Pembunuhan Kampung Rambutan Dihadiahi Timah Panas

Pelaku Pembunuhan Kampung Rambutan Dihadiahi Timah Panas

News Kompasindo - Pelaku kasus pembunuhan yang mayat korbannya dibuang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, ditembak polisi saat dibekuk. Itu dilakukan lantaran si pelaku melawan.

"Ya pelaku melakukan perlawanan, diambil langkah terukur," tutur Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan.

Hal tersebut disampaikan Hendy sebelum dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kejadian pembunuhan di Jalan Luwinanggung, Perum Citra Gran, Jatikarya, Bekasi, Rabu (15/11/2017).

Pelaku yang bernama Badrun itu ikut dibawa ke lokasi TKP. Saat dibawa keluar dari mobil, dua kakinya terlihat diperban. Dia juga terlihat pincang saat berjalan.

Saat berita tersebut diturunkan, olah TKP sedang digelar. Untuk diketahui, Badrun membunuh Imam, yang merupakan pasangannya (sejenis), karena cemburu pada Minggu (12/11). Setelah dibunuh, mayat Imam dibuang di salah satu sudut Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (News Kompasindo)

Ditemukan Tengkorak Perempuan di Bogor Tanpa Identitas

Ditemukan Tengkorak Perempuan di Bogor Tanpa Identitas

News Kompasindo - Mayat perempuan ditemukan di sebuah lahan kosong dekat bantaran Sungai Cisadane, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Saat ditemukan, hampir semua jasad perempuan itu telah menjadi tengkorak.

Jasad korban pertamakali ditemukan sekitar jam 12.30 WIB, Senin (13/11/2017), oleh warga yang saat itu mau mencari ikan di Sungai Cisadane. Saat ditemukan, jasad perempuan itu memakai baju warna cokelat dengan motif garis-garis putih.

"Saat warga sedang jalan mengarah Sungai, jasad korban ditemukan. Posisinya di lahan garapan warga. Kondisinya telah rusak, sudah jadi tengkorak," tutur Kasie Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Rachmat Gumilar ketika dikonfirmasi.

Rachmat menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab kematian korban. Hanya saja, dari sebagian tubuhnya diketahui kalau korban berjenis kelamin perempuan. 

"Hampir semua bagian tubuhnya telah rusak, sudah menjadi tengkorak. Tapi jenis kelaminnya dapat dipastikan itu perempuan," ujar Rachmat. 

Polisi yang datang ke lokasi, kata Rachmat, langsung mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Darurat Ciawi usai dilakukan identifikasi dan olah TKP. Hingga sore ini, lanjut Rachmat, petugas belum mengetahui identitas dan penyebab kematian korban. 

"Umurnya belum bisa dipastikan, namun perkiraan di atas 30 tahun," pungkasnya. (News Kompasindo)

Dua Warga Meksiko Dipenjara Seumur Hidup Karena Bunuh Pejabat Imigrasi AS

Dua Warga Meksiko Dipenjara Seumur Hidup Karena Bunuh Pejabat Imigrasi AS

News Kompasindo - Dua anggota skuad penembak dari kartel narkoba di Meksiko, Los Zetas dijerat hukuman penjara seumur hidup atas pembunuhan seorang pejabat imigrasi AS di daerah Meksiko.

Departemen Kehakiman AS menyatakan seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (7/11/2017), Jose Emanuel Garcia Sota (36) asal San Luis Potosi, Meksiko serta Jesus Ivan Quezada Pina (29) asal Matamoros, Meksiko, menembak mati agen khusus Penegakan Bea Cukai dan Imigrasi (ICE), Jaime Zapata Mexico di tahun 2011. Penembakan tersebut terjadi saat percobaan perampokan mobil di jalan raya sibuk dekat San Luis Potosi, sekitar 420 kilometer sebelah utara ibu kota Mexico City. 

Seorang agen khusus ICE lainnya, Victor Avila, terluka dalam insiden tersebut. Saat diserang tanggal 15 Februari 2011 tersebut, kedua agen ICE itu sedang berkendara menuju Mexico City.

Kejadian tersebut merupakan pembunuhan agen federal AS yang pertama di tanah air Meksiko dalam waktu 26 tahun. Peristiwa itu memicu penyelidikan besar-besaran oleh aparat penegak hukum kedua negara. 

Kasus ini memicu pertanyaan apakah geng narkoba tersebut sengaja menyerang kedua warga Amerika itu, atau apakah kedua agen tersebut semata-mata terjebak dalam kekerasan kartel yang sering terjadi di Meksiko.

Total ada tujuh pria yang diekstradisi dari Meksiko ke AS untuk diadili atas kasus pembunuhan ini. Garcia dan Quezada dinyatakan bersalah dalam persidangan yang digelar 27 Juli lalu. Keduanya divonis hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan pada Senin (6/11) waktu setempat. Ini merupakan vonis pertama yang dijatuhkan dalam kasus pembunuhan tersebut. Lima terdakwa lainnya, semuanya sudah mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan dan terkait pembunuhan, akan divonis pada Selasa (7/11) waktu setempat. (News Kompasindo)

Tiga Pencuri Truk Sadis Dibekuk Tim Polda Metro Jaya

Tiga Pencuri Truk Sadis Dibekuk Tim Polda Metro Jaya

News Kompasindo - Polda Metro Jaya bersama Polsek Penjaringan membekuk tiga pelaku pencurian spesialis truk. Salah satu pelaku bernama Mari tewas ditembak karena mencoba melarikan diri.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengutarakan para pelaku diciduk di lokasi berbeda. Tersangka Mari diamankan di daerah Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/11), sedangkan Rizki dan Rohman dibekuk di Indramayu, Jabar, 3 dan 4 November.

Hendy menerangkan, komplotan ini beraksi jam 23.00 WIB, Rabu (1/11) lalu. Mereka awalnya membuntuti truk korban dengan memakai mobil Avanza. Kemudian sekitar 500 meter dari Gerbang Pintu Tol Pluit, mereka memberhentikan truk korban dengan menyorot lampu senter saat posisi berada di samping kanan truk. 

"Salah satu pelaku yaitu Mari turun, mengaku dari kepolisan narkoba," ujar Hendy saat jumpa pers di RS Polri, Jaktim, Minggu (5/11/2017).

Korban yang bernama Muhammad Suja itu langsung turun dari truk dan dibawa masuk ke dalam mobil Avanza, sedangkan Mari membawa truk.

Di dalam Avanza, kedua tangan Suja diikat dan mata ditutup oleh dua pelaku yakni Rizky dan Rohman. Kepalanya dipukul memakai pipa besi hingga sobek. Korban kemudian diturunkan di sekitar Jln Pluit Selatan Raya.

Para pelaku kemudian kabur ke Jln Tol Soediyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta. Sementara, korban yang dalam kondisi terluka cukup parah, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penjaringan, Kamis (2/11).

"Mari yang diciduk di Jakut ini telah 5 kali keluar masuk penjara dan yang bersangkutan juga melakukan pencurian. Total ada 50 TKP," sebut Hendy.

Kepolisian sedang menelusuri kasus ini. Ketiga pelaku dikenakan sanksi Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. (News Kompasindo)

Pegawai BPR Ciamis Gelapkan Uang Nasabah 372 Juta

Pegawai BPR Ciamis Gelapkan Uang Nasabah 372 Juta

News Kompasindo - Seorang karyawati BPR di Kabupaten Ciamis, Jabar, nekad menggelapkan uang setoran 60 nasabah sebesar Rp372 juta. Uang hasil kejahatan dipakai pelaku untuk biaya sekolah adik serta pengobatan ibu kandungnya yang sakit.

S (22) harus berurusan dengan aparat. Dia menilap uang milik nasabah tempatnya bekerja di BPR Banjar Artha Sariguna. 

"Pelaku melakukan kejahatan ini sekitar 2 tahun. Sebagian besar uang nasabah," ujar Kasatreskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto di Mapolres Ciamis, Senin (30/10/2017).

Uang setoran nasabah dimasukkan ke kantong pribadi S. Meski nasabah tidak dirugikan secara langsung, pihak BPR Banjar Artha Sariguna menelan kerugian Rp372 juta akibat ulah karyawannya itu.

Hendra menjelaskan modus penggelapan dilakoni S yakni dengan cara memotong uang setoran puluhan nasabah yang mengajukan kredit. Ternyata tidak seluruh uang setoran masuk kas BPR, tapi oleh pelaku dipotong sebagian.

"Motif pelaku alasannya buat kebutuhan ekonomi. Dia sekolahkan adiknya dan biaya berobat orang tuanya. Korbanya sebanyak 60 nasabah," ujar Hendra.

S akan dikenakan sanksi melanggar Pasal 374 KUHPidana yang ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara. (News Kompasindo)

Komplotan Curanmor Medan Ditembak Karena Melawan

Komplotan Curanmor Medan Ditembak Karena Melawan

News Kompasindo - Komplotan pelaku pencurian sepeda motor di Medan, Sumut, ditembak polisi. Empat orang tersangka ditembak di bagian kaki lantaran melawan polisi saat hendak ditangkap.

"Para pelaku yaitu Ridwan Syahputra (25), Josten Samosir (22), Johannes Pakpahan (22) dan Jibril Pasaribu mereka merupakan warga Medan," ujar Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Philip Purba kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).

Pencurian dilakukan pada Kamis (12/10) malam. Peristiwa ini menimpa dua orang yaitu Syafriandi dan Ahmad Habibi yang kehilangan motor di tempat kos.

"Sepeda motor Yamaha R15 BK 2191 AGU dan Honda Supra BB 2743 HS tidak berada ditempat parkir," tutur Philip.

Korban akhirnya melapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Kepolisian yang melakukan penyelidikan menangkap tersangka hari Jumat (13/10). 

"Kita mendapatkan informasi barang bukti motor itu ada di Desa Tembung. Kemudian menuju ke sana. Setelah itu diketahui pelakunya 4 orang," jelas Philip.

Ketika dilakukan penangkapan, keempat pelaku melarikan diri secara terpisah. Kepolisian langsung melakukan pengejaran. 

"Saat penangkapan, keempat tersangka melawan dan mengancam jiwa petugas. Kemudian dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki para pelaku," tambahnya.

Kepada polisi, para tersangka mengaku telah melakukan aksi kriminal yang sama sebanyak 6 kali di Kota Medan. Dari tangan pelaku, kepolisian menyita 6 unit sepeda motor. 

"Para pelaku masih diperiksa dan barang bukti telah kita amankan," tutup Philip. (News Kompasindo)

Pengamen Ketahuan Mencuri Ponsel di Kebayoran Lama Diciduk Polisi

Pengamen Ketahuan Mencuri Ponsel di Kebayoran Lama Diciduk Polisi

News Kompasindo - Kepolisian mengamankan seorang maling dengan inisial TAH (27) yang masuk ke rumah warga di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. TAH diketahui sebagai seorang pengamen di sekitar lokasi itu.

Penangkapan berawal saat rumah milik Bienvenido Q Delena di Cipulir Permai, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, didatangi oleh pelaku sekitar jam 07.15 WIB pagi tadi. Salah seorang saksi bernama Fatma juga melihat TAH mencoba membuka pintu kamar yang tak dikunci.

Tidak lama kemudian, TAH naik ke lantai atas rumah. Pemilik rumah yang mengetahui aksi TAH itu langsung menyuruhnya untuk keluar dari rumah.

"Bienvenido mendengar ada suara orang, kemudian naik ke lantai atas langsung menyuruh pelakunya untuk keluar dan pelaku keluar dari rumah lewat pintu pagar," ujar Kabag Ops Polres Jakarta Selatan, AKBP Andi Juang, dalam keterangannya, Minggu (24/09/2017).

Setelah itu, pemilik rumah langsung melaporkan kejadiannya kepada RT setempat. Selanjutnya, warga juga melapor aksi pencurian tersebut ke Polsek Kebayoran Lama.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Kurniawan Ismail beserta jajarannya langsung mendatangi lokasi. Pelaku juga berhasil diamankan oleh petugas dengan barang bukti 1 unit telepon genggam milik pembantu yang bekerja di rumah tersebut. 

Barang bukti lainnya yang diduga dicuri oleh pelaku sedang dalam pencarian. Saat ini pelaku dibawa ke Polsek Kebayoran Lama untuk menjalani pemeriksaan. (News Kompasindo)

Kepolisian Selidiki Motif Pembunuhan Janda di Karawang

Kepolisian Selidiki Motif Pembunuhan Janda di Karawang

News Kompasindo - Polres Karawang masih menyelidiki kasus pembunuhan keji yang menimpa janda bernama Omah (41). Jasad perempuan itu ditemukan dalam keadaan telungkup bersimbah darah tanpa busana di dalam kamarnya. Korban diduga dibunuh dan mengalami kekerasan seksual.

"Kami tengah memburu pelakunya," ujar Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi lewat telepon, Jumat (25/08/2017).

Kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi telah didata keterangannya. Petunjuk dan bukti lainnya terus dikumpulkan aparat untuk mengungkap alasan serta jati diri pelaku.

Hingga saat ini Ade dan anak buahnya belum menyimpulkan alasan pembunuhan itu. Meskipun saat ditemukan dalam keadaan telanjang, janda yang tinggal seorang diri ini belum tentu dihabisi pelaku gara-gara soal asmara.

"Belum tentu motifnya itu (asmara). Kami masih menyelidiki semuanya," ucap Ade menegaskan.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), Ade menyebutkan ponsel milik Omah hilang. "Pelaku cuma mengambil satu ponsel milik korban. Tidak ada barang berharga lain yang hilang," sebut Ade.

Pelaku diperkirakan memerkosa dan menganiaya Omah hari Kamis (24/08/2017) siang. Jenazah sang janda itu ditemukan salah satu saksi, Ade Supriatna (23). Siang itu, saksi ingin membeli kopi kepada Omah yang membuka kios di rumahnya, Dusun Sambang RT 02, RW05, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jabar.

Saksi mengaku mendengar suara ngorok dari dalam rumah Omah. Dia berulang kali mengetuk pintu, namun Omah tidak merespons. Lantaran curiga, saksi menggeber motornya untuk melaporkan situasi janggal itu kepada Omin, ketua RT setempat. 

Keduanya terkejut bukan kepalang saat menemukan Omah meninggal dengan posisi telungkup dan kepala berdarah. "Ada luka yang cukup parah di kepala korban. Diduga karena dihantam benda tumpul berkali-kali," ujar Ade yang pernah menjabat Kapolres Cimahi ini. (News Kompasindo)

Dua Pengeroyok dan Penyiram Air Keras di Jatinegara Diciduk Polisi

Dua Pengeroyok dan Penyiram Air Keras di Jatinegara Diciduk Polisi

News Kompasindo - Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur mengamankan Aditya Farandika alias Adit (19) dan Hendro Aprianto (18) pelaku pengeroyokan di Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka melakukan pengeroyokan dengan memakai sajam dan air keras.

"Dua pelaku berhasil ditangkap. Aditya kita ciduk di Cikupa, Tangerang dan Hendro diamankan di Rawa Bunga, Jatinegara," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo dalam keterangannya, Minggu (20/08/2017).

Andry menyebutkan pengeroyokan terjadi sekitar jam 01.45 WIB di TPU Kober Rawa Bunga, Jatinegara Jakarta Timur, Minggu (20/8). Pengeroyokan itu dilakukan para pelaku terhadap 3 remaja yakni Andhika, Chaidir dan Dilla.

"Melihat Andhika dikeroyok oleh para pelaku, korban lain Chaidir dan Dilla yang tengah melintas berusaha melerai. Tapi keduanya malah ikut diserang oleh para pelaku menggunakan senjata tajam dan air keras," terang Andry.

Andry mengungkapkan saat ini Adit dan Hendro sudah berada di Polres Jakarta Timur. Sementara itu, ketiga korban mengalami luka yang cukup serius. Luka tersebut akibat terkena senjata tajam dan siraman air keras.

"Ketiga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Budhi Asih untuk mendapatkan pertolongan medis," ujar dia. (News Kompasindo)

Kepolisian Tangkap Ringgo Abdillah yang Menghina Presiden Jokowi dan Kapolri

Kepolisian Tangkap Ringgo Abdillah yang Menghina Presiden Jokowi dan Kapolri

News Kompasindo - Penghina Jokowi dan Kapolri, Ringgo Abdillah alias Muhammad Farhan Balatif (18) diamankan kepolisian. Wajahnya berbeda dengan foto profil di Facebook yang viral di medsos. 

Dilihat tribunnews dari Instagram Brimob Indonesia (brimob_id) dan Staf Sekretaris Pribadi Pimpinan (Sisprim) Polda Jawa Barat, Bripda Ismi Aisyah (ismiaisyah20), Farhan memakai kaus berwarna merah bertuliskan 'Ready' saat ditangkap. 

Berbeda dengan postingan yang bernada provokatif di Facebook, Farhan terlihat lesu dan lebih banyak tertunduk. Dia juga memegang sebuah laptop yang sedang membuka laman Facebooknya. 

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Medan menyita sejumlah barang bukti yaitu dua unit laptop untuk mengedit gambar presiden dan Kapolri, 1 buah Flashdisk, 3 unit handphone dan 2 unit router. 

Farhan akan dikenakan sanksi dengan pasal 45 ayat 2 Jo pasal 28 Ayat 2 subs pasal 27 ayat 2 Undang-Undang RI No 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 mengenai ITE. (News Kompasindo)

Status WN Johannes Marliem yang Ditemukan Tewas di AS Belum Jelas

Status WN Johannes Marliem yang Ditemukan Tewas di AS Belum Jelas

News Kompasindo - Pengusaha yang juga saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem ditemukan meninggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Selain penyebab kematiannya, status kewarganegaraan Johannes Marliem juga masih harus dipastikan lagi. 

"KBRI Washington DC dan KJRI LA terus melakukan koordinasi dengan pihak otoritas keamanan setempat guna memastikan penyebab kematiannya, status kewarganegaraan," ujar Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat yang diterima tribunnews, Sabtu (12/08/2017). 

Otoritas keamanan AS sudah memastikan kematian Johannes. Johannes ditemukan meninggal di LA pada Kamis (10/08/2017) dini hari sekitar jam 02.00 WIB. 

"Dari keterangan yang diterima KBRI Washington DC dari otoritas keamanan AS, jenazah yang ditemukan meninggal yakni Johannes Marliem," tutur Arrmanatha.

Otoritas setempat menurut Arrmanatha masih melakukan investigasi terkait penyebab kematian ataupun kejadian yang terjadi sebelum mayat Johannes ditemukan. "Otoritas keamanan setempat masih melakukan investigasi terkait penyebab dan kejadian sebelum terjadinya kematian tersebut," tambahnya.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengungkapkan hanya terdapat dua perlintasan terakhir atas nama Johannes Marliem. Dua perlintasan kedatangan dan keberangkatan yang berjarak sebulan.

"Departure (keberangkatan) tanggal 21 Agustus 2016 jam 19.38 WIB dari Soekarno-Hatta dengan NH856 tujuan Narita (Tokyo) menggunakan paspor nomor B4506941," sebut Ronny ketika dihubungi tribunnews, Sabtu (12/08/2017).

Johannes tercatat sampai di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 23 Juli 2016 jam 23.27 WIB dengan paspor nomor A1712448. Sebelum meninggalkan Indonesia, Johannes sempat mengganti paspornya menjadi B4506941. (News Kompasindo)

Wakapolri Tetap Percaya Terungkapnya Teror Novel yang Telah 110 Hari

Wakapolri Tetap Percaya Terungkapnya Teror Novel yang Telah 110 Hari

News Kompasindo - Sudah 110 hari umur kasus penyerangan terhadap penyelidik KPK Novel Baswedan. Belum ada tanda-tanda kasus tersebut terpecahkan. Polri terus memberikan harapan kasus ini dapat diungkap.

"Kita optimis," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin saat ditanya mengenai progres kasus Novel, di Bundaran HI, Minggu (30/07/2017).

Syafruddin mengungkapkan, tim KPK dan Polri telah bergabung. Tim semi independen ini kini sedang membuat sketsa wajah.

"Membuat sketsa wajah. Ada lain tapi tidak bisa diungkap," tutur Syafruddin.

Orang no 2 di Polri itu menolak menjelaskan lebih jauh soal sosok dalam sketsa wajah yang disebutnya itu.

"Jangan dulu, nanti-nanti. Yang jelasnya langkah-langkah sudah progresif. Yang penting begini, jangan kita bicara individu, bicara antar lembaga Polri dan KPK sangat solid tangani kasus ini. Jangan bicara individu. KPK dan Polri sangat baik," tambah jenderal bintang tiga ini.

Novel Baswedan saat ini sedang di Singapura untuk menjalani perawatan lanjutan. Pada 11 April lalu, Novel disiram air keras oleh 2 orang misterius yang menggunakan sepeda motor.

Ada sejumlah pria yang diciduk kepolisian pasca teror Novel ini. Tapi mereka dilepas lantaran dianggap memiliki alibi kuat bahwa mereka bukanlah pelaku penyerang Novel. (News Kompasindo)

Kapal Vietnam yang Mencuri Ikan di Laut Natuna Diamankan TNI AL

Kapal Vietnam yang Mencuri Ikan di Laut Natuna Diamankan TNI AL

News Kompasindo - Personil TNI AL di Lantamal IV di Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan kapal asing yang mencuri ikan. Kali ini kapal berbendera Vietnam ketahuan mencuri ikan di wilayah laut Natuna di Kepri.

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R Eko Suyatno menyebutkan kapal dengan no lambung TG 92816 TS diamankan di perairan Natuna oleh KRI Sutanto 377 (Paschim Class) pada Jumat (22/07/2017).

"Dari perairan Natuna, kapal Vietnam itu dikawal menuju Lanal Tarempa, guna proses hukum lebih lanjut. Jajaran Guskamlabar dan Guspurlabar terus mengintensifkan patroli di perairan wilayah laut Natuna di Kepri demi menegakkan kedaulatan dan hukum di laut," ujar Eko dalam keterangannya, Senin (24/07/2017).

Eko memaparkan, penangkapan tersebut bermula KRI Sutanto-377 di bawah Komandan Guskamlaarmabar, Laksma TNI Bambang Irwanto mendapatkan kontak visual kapal ikan asing (KIA) Vietnam. Kapal itu sedang mengapung di laut Natuna.

Eko juga menjelaskan Komandan KRI Sutanto-377 Letkol Laut (P) Erwin Baharudin M Tr Hanla memerintahkan perwira jaga untuk melakukan pengejaran penangkapan dan penyelidikan (jarkaplid).

"Hasil pemeriksaan diketahui kapal itu melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah Natuna. Tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah dan sudah menangkap ikan campuran dan cumi dengan jaring," ujar Eko.

"Saat ini kasus tersebut sedang kita selidiki lebih lanjut. Kapal Vietnam telah diamankan bersama barang bukti hasil tangkapan ikan untuk diproses lebih lanjut," tandas Eko. (News Kompasindo)

Kepolisian dan TNI Siaga di Rutan Pekanbaru Karena Kembali Rusuh

Kepolisian dan TNI Siaga di Rutan Pekanbaru Karena Kembali Rusuh

News Kompasindo - Kerusuhan kembali terjadi di Rutan Klas II B Pekanbaru. Kerusuhan terjadi karena pemindahan sejumlah napi yang dianggap menjadi provokator.

Kerusuhan terjadi, Minggu (16/07/2017) di Rumah Tahanan di Jln Sialang Bungkuk, Pekanbaru jam 00.00 WIB. Kerusuhan terjadi lantaran sejumlah napi menolak untuk dipindahkan ke luar kota Pekanbaru. 

"Tadi malam adanya upaya provokasi dari para napi di dalam. Ada penolakan upaya pemindahan. Sehingga kita membantu mengamankan di lokasi," ujar Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi kepada wartawan.

Edy mengatakan, bahwa keributan terjadi saat proses pemisahan napi yang mau dipindahkan. Sehingga di dalam Rutan adanya provokasi penolakan.

Penolakan yang dilakukan pihak napi, dengan melakukan pelemparan ke arah personil keamanan yang masuk ke dalam. Para napi berusaha menolak untuk dipindahkan.

"Upaya penolakan tersebut menimbulkan keributan di dalam Rutan. Sehingga personil dari Sat Brimob Polda Riau tadi malam memberikan tembakan peringatan dan gas air mata," terang Edy.

Menurut Edy, kini sekitar 20 napi telah dievakuasi dipindahkan Tembilahan, Kabupaten Inhil, dan ke Bangkinang, di Kabupaten Kampar.

"Saat ini kita juga akan kembali mengevakuasi empat napi yang dianggap masih menjadi provokator di dalam. Semua ini tentunya atas pemintaan pihak Rutan," tambah Edy.

Sementara itu di lokasi Rutan, dijaga ketat oleh pihak kemananan bersama TNI. Anggota TNI berjaga di pintu masuk Rutan. Jalan menuju ke Rutan Sianglang Bungkuk dijaga ketat pihak kepolisian. (News Kompasindo)

Diego Michiels Terlibat Penganiayaan yang Membuat Korbannya Luka di Kepala

Diego Michiels Terlibat Penganiayaan yang Membuat Korbannya Luka di Kepala

News Kompasindo - Pesepakbola Diego Michiels dilaporkan seorang pria warga negara asing dengan inisial DJS atas kasus penganiyaan. Korban penganiayaan Diego itu mengalami luka di bagian kepala karena benda tumpul.

Penganiayaan yang dilakukan mantan kekasih Nikita Willy itu terjadi tanggal 21 Mei 2017, sekira jam 03.30 WIB di sebuah restaurant di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat itu dikatakan pelapor DJS, Diego Michiels sedang mabuk dan kemudian menyerangnya.

"Benar, dari hasil visum korban terdapat luka di wajah di bagian kepala, pukulan benda tumpul itu. Benda tumpul saja," tutur Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Moch Safi'i. SH. MH, setelah memeriksa Diego di markasnya, Rabu (12/07/2017) malam.

Diego Michiels sendiri telah memenuhi panggilan polisi terkait kasus itu. Untuk langkah selanjutnya, kepolisian akan melakukan gelar kasus.

"Kita periksa, kita perdalam setelah itu kita akan lakukan gelar kasus," ujar Safi'i.

Sementara menurut keterangan pengacara Diego Michiels, Hervan Dewantara Merukh SH. M.kn, kliennya tidak ingat soal kronologis kejadian penganiayaan secara rinci. Tapi, lanjutnya, Diego telah membenarkan soal adanya gesekan akibat kesalahpahaman dengan pria berinisial DJS itu.

"Dari Diego sendiri memang yang ditanya soal apakah benar ada percekcokan, memang, Diego sempat menjelaskan adanya sedikit gesekan, kesalahpahaman saja sih intinya begitu," ucap Hervan.

Ini juga bukan pertama kalinya Diego Michiels dilaporkan kasus penganiayaan. November 2012 silam, pria yang dekat dengan keluarga mendiang Julia Perez itu juga pernah dilaporkan dengan kasus yang sama. (News Kompasindo)

Salah Satu Komplotan Perampok Bernama Triyani yang Bertugas Mencari Sasaran

Salah Satu Komplotan Perampok Bernama Triyani yang Bertugas Mencari Sasaran

News Kompasindo - Tujuh komplotan perampok yang diciduk Polres Boyolali, salah satunya yaitu perempuan bernama Triyani. Dia merupakan mantan pembantu rumah tangga di rumah salah satu korban. 

Triyani alias Ani (31), warga Seboto, Kecamatan Ampel, Boyolali itu bertugas mencari sasaran atau korban dan memberikan informasi pada komplotannya. Dia diamankan di Salatiga.

"Triyani ini perannya adalah yang mencari sasaran, mencari korban," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi di Mapolres Boyolali, Minggu (09/07/2017).

Usai memperoleh informasi korban lanjut dia, pelaku Rasidi alias Kantong (42) kemudian melakukan survei sebelum melakukan aksinya. Selain beraksi di wilayah Boyolali, komplotan itu juga beraksi di sejumlah wilayah, baik pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan curanmor.

Sementara itu pelaku Triyani mengakui dia bertugas mencari sasaran untuk dirampok. Selama bergabung dengan komplotan Rasidi, dia sudah memberikan informasi calon sasaran sebanyak tiga kali.

"Aku diminta mencari gambaran orang yang memiliki uang sama Mas Rasidi," terang Triyani. 

Tiga sasaran itu kata Triyani, yaitu di Karanggede dan Cepogo sebanyak dua kali. Sedangkan wilayah Cepogo yakni korbannya Mulyadi dan Suparno, yang merupakan kakak beradik.

"Aksi yang pertama berhasil mengambil sepeda motor, tapi salah orang," imbuhnya. 

Dia mengaku pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Mulyadi. Dia juga mengaku melakukan hal tersebut karena terpaksa. Dia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Dia mengaku habis tertipu soal penggandaan uang Rp 150 juta. Kemudian bertemu dengan Rasidi tersebut. Saat memberikan informasi yang pertama diberikan uang Rp 300 ribu.

"Jika saya buat gambar, saya akan dikasih uang Rp 5 juta untuk modal kerja lagi. Saya kan habis ketipu penggandaan uang itu," ujar Triyani. 

Tujuh orang kawanan perampok yang diamankan Polres Boyolali itu yaitu Rasidi alias Kantong (42), Setiyono (32), Suyatno alias Remos (43), Mulyadi (35), Agung Hariyanto (32), Nugroho (35), Randi (32) tahun, dan Triyani alias Anik (31). Dua orang pelaku terpaksa ditembak karena berusaha lari, yaitu Rasidi dan Setiyono. Mereka berasal dari Boyolali, Magelang, Salatiga dan Semarang. (News Kompasindo)

Warga Sebut Perakit Bom Panci di Buahbatu Jarang Bersosialisasi

Warga Sebut Perakit Bom Panci di Buahbatu Jarang Bersosialisasi

News Kompasindo - Perakit bom panci di Buahbatu, Bandung, Agus Wiguna disebut oleh warga sekitar jarang bersosialisasi. Warga juga mengutarakan Agus baru dua bulan menyewa rumah kontrakan yang menjadi lokasi ledakan hari ini.

Salah satu warga Kusman (54) menyebutkan, Agus telah menempati salah satu kamar kontrakan di Jln Kubang Beureum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung sekitar dua bulan lewat.

"Seingat saya baru dua bulan dia menetap di sini," tuturnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (08/07/2017). 

Dari pengamatannya, sosok Agus tampak tidak mencurigakan. Selama dua bulan tinggal di kontrakan Agus terlihat biasa-biasa saja. Bahkan Agus sering berbelanja sejumlah kebutuhan di warung miliknya. 

"Agus biasa-biasa saja. Jajan biasa beli minuman. Sekitar dua bulan tinggal disini. Cuma memang jarang bercerita," tambahnya. 

Untuk profesinya sendiri, kata Kusman, Agus berjualan bakso goreng. Bahkan saat terjadinya ledakan Agus tengah berkeliling menjajakan dagangannya. "Ketika ada ledakan kan Agus lagi berjualan," sebutnya.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah kepolisian bersenjata lengkap terus berjaga di sekitar lokasi. Warga juga masih terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan jalannya olah TKP. (News Kompasindo)

Kepolisian Ciduk WNI yang Terlibat Pembunuhan di Singapura

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto

News Kompasindo - Kepolisian mengamankan seorang WNI yang diduga terlibat pembunuhan di Singapura. Wanita dengan inisial K ini diciduk setelah ada informasi dari warga yang mendengarnya menelepon.

"Yang bersangkutan terpantau pada saat melakukan komunikasi dengan seseorang, kemudian ada yang mendengar. Pada saat mendengar, dilaporkan ke polisi karena diduga yang bersangkutan terlibat dalam kasus pidana di Singapura," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (29/06/2017).

K diamankan ke Polres Tanjung Jabung, Jambi, pada Selasa (27/06/2017) sekitar jam 23.00 WIB di Hotel Number, Jln Beringin, Tanjung Jabung Barat. Kepolisian kemudian melakukan penggeledahan.

Ternyata diperoleh barang bukti berupa 5 jam tangan berbagai merek, 3 telepon genggam, 1 iPhone 5, 1 laptop, serta berbagai pecahan mata uang. Ada rupiah, dolar Singapura, ringgit Brunei, kyat Myanmar, dolar Kanada, dolar Amerika, dan yuan Cina.

"Jadi K diduga terlibat kasus pembunuhan di Singapura. Karena asas personaliter, jadi yang bersangkutan akan ditangani oleh Polri dan tidak akan diserahkan ke Singapura. Karena dia WNI dan tertangkap di Indonesia," ujar Setyo.

"Korban di Singapura. Dua warga negara Singapura," imbuhnya.

Soal status K di Singapura ketika melakukan pembunuhan, diduga kuat sebagai pekerja.

"Sedang didalami. Kemungkinan besar pekerja Indonesia di sana dan terlibat kasus di sana," tutup Setyo. (News Kompasindo)

Dua Lagi Tersangka Penembakan di Daan Mogoit Dibawa ke Jakarta

Dua Lagi Tersangka Penembakan di Daan Mogoit Dibawa ke Jakarta

News Kompasindo - Dua tersangka kasus penembakan Davidson Tantono (31) di Jln Raya Daan Mogot yang diamankan di Bayuwangi, Jatim, dibawa ke Jakarta. Keduanya sedang dalam pemeriksaan polisi.

"Telah dibawa ke Jakarta tadi malam menggunakan pesawat Citilink dan sekarang sedang diperiksa," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada tribunnews, Rabu (21/06/2017).

Kedua tersangka yakni RCL, pacar tersangka SFL, serta HZR. Sedangkan SFL yang juga ditangkap di Banyuwangi ditembak mati karena berusaha merebut senjata aparat ketika kasusnya mau dikembangkan.

SFL merupakan kapten komplotan. Dia juga termasuk eksekutor yang menembak mati korban Davidson usai korban menarik uang Rp 300 juta dari BCA Green Garden.

Para pelaku menyewa sebuah apartemen di kawasan Jaktim sebagai tempat persembunyian. Apartemen itu disewa oleh RCL yang merupakan pacar tersangka SFL.

"RCL juga ikut terlibat dalam perampokan di Cirebon. Dia menunggu di mobil ketika komplotannya menjalankan aksinya, ucapnya.

Selain tiga tersangka, kepolisian sudah menangkap empat tersangka lainnya. Salah satu tersangka saat itu ditembak mati. (News Kompasindo)

Kepolisian Tangkap Dua Pelaku Perampokan di SPBU Daan Mogot

Kepolisian Tangkap Dua Pelaku Perampokan di SPBU Daan Mogot

News Kompasindo - Kepolisian sudah menangkap pelaku perampokan bersenjata api yang menewaskan Davidson Tantono (31) di SPBU Jln Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jabar. Total sudah dua orang pelaku yang ditangkap.

"Sudah dua pelaku yang ditangkap berhubungan dengan perampokan di SPBU," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/06/2017).

Kedua orang itu diciduk di dua lokasi berbeda. Satu pelaku ditangkap di kawasan Bogor, Jabar pada Minggu (11/06/2017), dan satu lagi ditangkap di Lampung, Rabu (14/06/2017) pagi.

Hanya saja, jati diri kedua pelaku masih dirahasiakan oleh polisi. Argo beralasan, pengungkapan jati diri pelaku ke publik dikhawatirkan mengganggu proses pengembangan penyelidikan.

"Sedang dikembangkan dulu, nanti saja," tambahnya.

Seperti diketahui, perampokan terhadap Davidson di SPBU terjadi pada Jumat (09/06/2017) siang lalu. Korban dibuntuti saat bertransaksi di BCA Green Garden.

Saat itu korban membawa uang tunai Rp 300 juta dari bank dengan mengendarai mobil Toyota Innova. Dalam perjalanannya, korban digembosi bannya yang akhirnya menepi di SPBU.

Saat korban membuka pintu mobil, salah satu pelaku merampas tas korban berisi uang ratusan juta. Korban mencoba mempertahankan tasnya tersebut, tapi pelaku menembaknya tepat di pelipis kepala hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. (News Kompasindo)
 

Copyright © 2017. Newskompasindo - All Rights Reserved

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Analisa Berita Analisa Terkini Jendela Berita Online Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet